Archive for November, 2007

[suaratransjakarta] Tarif TransJakarta Menjadi Rp 5000 per 1 Januari 2008

Namun disayangkan bahwa kenaikan ini tidak dibarengi dengan apa yang didapatkan oleh Operator, hal mana akan diturunkan juga harga Rp/Km yang selama ini didapatkan menjadi Rp 9300/km. Dengan hal ini jelas bukan berusaha meningkatkan Pelayanan namun Pemda mau mencari keuntungan sepihak?
Pada tanggal 30/11/07, Andrayogi menulis: > > Jakarta - Pengguna busway harus siap-siap menambah uang saku. Tarif bus > TransJakarta bakal naik menjadi Rp 5.000 alias goceng mulai 1 Januari > 2008. > > “Tarif > busway harus naik dan akan berlaku pada 1 Januari 2008,” kata > Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta Ritola Tasmaya di Balaikota, > Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (30/11/2007). > > Kenaikan > ini, menurut Ritola, dikarenakan adanya penambahan 3 koridor VIII, IX > dan X, sehingga panjang jalur busway naik dari 99 kilometer menjadi 170 > kilometer. > > “Jika tarifnya tetap Rp 3.500 dan head way yang > ingin dicapai 3-5 menit, maka subsidi yang dianggarkan harus Rp 500 > miliar. Yang paling mudah adalah menaikkan tarif busway menjadi Rp > 5.000,” terang dia. > > Dikatakan Ritola, tarif Rp 5.000 akan sama > dengen circle line. “Nanti tiketing akan menjadi studi PT KA agar match > dengan busway. Tarif Rp 5.000 tidak terlalu mahal, karena sama dengan > tarif bus patas AC,” ujarnya. > > Tahun 2007 ini, lanjut dia, dengan > 7 koridor subsidi busway adalah Rp 235 miliar. Untuk tahun 2008, yang > dialokasikan adalah Rp 227 miliar. > > “Kalau tarif busway nggak > naik, yang rusak adalah layanan masyarakat. Jika tarif naik, kita akan > mengontrak dengan operator. Jadi kinerja busway harus diaudit,” kata > Ritola. > > Sumber: > http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/11/tgl/30/time/152538/idnews/860018/idkanal/10 > > Andrayogi > There’s so many things i have to learn… > http://www.andrastudio.com > > __________________________________________________________ > Get easy, one-click access to your favorites. > Make Yahoo! your homepage. > http://www.yahoo.com/r/hs > > [Non-text portions of this message have been removed] > > >
[Non-text portions of this message have been removed]

Comments

[suaratransjakarta] Real on time

Serem ga sih, kalo naik mobil mesti U-turn? Soalnya masih banyak putaran yang berpotongan dengan jalur TJ.
Secara otomatis kalau puter ke kanan, pertama2 pasti ngecek kanan belakang, ngga kepikiran untuk liat depan. Sama juga waktu udah sampai arah sebaliknya, pasti cek traffic ke kiri belakang, bukan ke kanan depan.

Comments

Undangan untuk PENGGUNA BUSWAY di OPEN HOUSE Republik Mimpi MetroTV

Salam, Melalui milis ini, perkenalkan saya, Cak Iqbal (Tim kreatif Republik Mimpi) mengundang Anda Pengguna Bus Transjakarta (Busway) sebanyak 100 orang untuk datang sebagai Audiens: di acara siaran LIVE Open House Republik Mimpi di Grand Studio MetroTV, Jl. Pilar Mas Raya kav. A-D, kedoya, Kebon Jeruk Jakbar: JUM’AT esok 30 Nopember 2007, mohon hadir jam 20:30 untuk makan malam bersama di Lantai 2. Siaran LIVE mulai jam 22:05 - 23:00. Tema; “Hak Jawab Pengguna Busway”. Dresscode: Bebas, Sopan, dan Rapi (Lebih Mantap jika ada Seragam !!) Mohon SEGERA KONFIRMASI kehadiran Anda dengan SEGERA kirim data peserta melalui SMS ke nomor 0817 00000 60 atau lewat e-mail ke cakiqbal4u2@yahoo.com saya tunggu segera ya,. Terima kasih, Cak iqbal 0817000006

Comments

Liga Operator

Di London, ternyata ada liga operator untuk mengukur kinerja operator busnya.
Ada baiknya BLUTJ mencontoh ini:
http://www.tfl.gov.uk/businessandpartners/busoperators/1232.aspx
Saya pernah usul rating operator bus bisa bermanfaat luas, baik untuk masyarakat, operator, dan pemerintah sendiri.
p

Comments

Undangan untuk PENGGUNA BUSWAY di OPEN HOUSE Republik Mimpi MetroTV

Salam, Melalui milis ini, perkenalkan saya, Cak Iqbal (Tim kreatif Republik Mimpi) mengundang Anda Pengguna Bus Transjakarta (Busway) sebanyak 100 orang untuk datang sebagai Audiens: di acara siaran LIVE Open House Republik Mimpi di Grand Studio MetroTV, Jl. Pilar Mas Raya kav. A-D, kedoya, Kebon Jeruk Jakbar: JUM’AT esok 30 Nopember 2007, mohon hadir jam 20:30 untuk makan malam bersama di Lantai 2. Siaran LIVE mulai jam 22:05 - 23:00. Tema; “Hak Jawab Pengguna Busway”. Dresscode: Bebas, Sopan, dan Rapi (Lebih Mantap jika ada Seragam !!) Mohon SEGERA KONFIRMASI kehadiran Anda dengan SEGERA kirim data peserta melalui SMS ke nomor 0817 00000 60 atau lewat e-mail ke cakiqbal4u2@yahoo.com saya tunggu segera ya,. Terima kasih, Cak iqbal 08170000060

Comments

[suaratransjakarta] Kenalan dan curhat busway

Yak, saya setuju dengan anda, bahwa busway untuk memindahkan moda transportasi pengguna mobil pribadi ke angkutan umum. Mereka yang tetap ingin naik mobil pribadi dipersilakan menikmati macet di jalur pribadi. Jangan mengganggu yang naik Busway, karena mereka adalah orang2 yang lebih mendahulukan kepentingan umum, yang ingin Jakarta lebih nyaman.

Comments

Subsidi

Itulah, selama 30 tahun lebih mungkin terbiasa bahwa transportasi umum perkotaan adalah sarana PAD, sehingga keuntungannya harus nyata! Boro2 baca2 lagi UU, dan memahami amanatnya. Yg namanya kebiasaan memang susah dihilangkan, tapi bukan berarti tidak bisa. Ini gak terjadi di Jakarta doang, coba saja lihat tipikal penangananan transportasi publik di kota2 lain di Indonesia.
Mana ada yg menempatkan transportasi umum sebagai layanan publik, yang ada sebagai sarana PAD!
Padahal merujuk transportasi perkotaan Eropa yang dikagumi dan menjadi kiblat, keuntungan public transport itu intangible, alias tidak nampak. Pemerintah tidak pernah mengambil profit secara real dari urban transport (transportasi kota). Bayangkan kalau naik bus gratis, berapa ongkos transportasi yg bisa dihemat, bayangkan penghematan itu bisa dialokasikan dalam belanja lain yg bisa memacu ekonomi. DPRD DKI belum lihat dari sisi ini, karena sewaktu studi banding lebih seksama studi di red light district. Hahaha…
Bicara ongkos tranportasi yg paling adil, paling mudah liat UMP DKI. Berapa besarannya? Lalu ukur kalau pekerja yg digaji pas setara UMP kalau tinggal di luar Jakarta kira2 akan menghabiskan ongkos tranposrt berapa % dari anggaran belanja rumah tangganya?
Dipastikan akan menghabiskan minimal 30% anggaran rumah tangganya. Lalu kalau 30% habis hanya untuk transport, siasat macam apa untuk memenuhi kebutuhan lainnya? Bagaimana dengan kebutuhan makan, kesehatan, sekolah anak2nya, tempat tinggal, dll. Silahkan cari tahu dan bayangin sendiri. Jadi jelas dengan kondisi ini, sulit rasanya meningkatkan kualitas finansial.
Ini menjadi tidak adil kalau subsidi Rp 750 M yg hanya memakan 3,75% APBD ditolak atau dilihat dengan persepsi negatif, sementara itu masih sangat banyak masyarakat yg menghabiskan 30% anggarannya HANYA UNTUK TRANSPORT. 30% dengan 3,75% adalah disparitas yg sangat lebar. Merujuk sila kelima Pancasila, dimana letak keadilannya? Untuk kebutuhan dasar manusia (bertransportasi dengan angkutan umum) saja masih mengeluarkan porsi yg lebih besar ketimbang APBD yg mengalokasiannya.
Dan FYI, benar seperti yg Pak Deddy Arief bilang, busway adalah salah satu opsi dipilihnya model ini sebagai MRT karena keunggulannya dalam hal biaya yg jauh lebih kecil dari segi investment cost and operating cost ketimbang membangun MRT rel. Bukan berarti tidak membangun MRT rel, tapi untuk prioritas resource yg ada sekarang memang sudah tepat bangun busway dulu baru nanti jika selesai diupgrade ke MRT rel.
Dan FYI lagi, transjakarta pernah BEBAS SUBSIDI pada saat tahun pertama pengoperasian, yakni masih mengoperasikan 1 koridor Blok M-Kota saja. (merujuk pada paparan publik 1 tahun BPTJ tahun 2005) Tepatnya pada bulan ke 10 dan 11. Ini saat dimana pemasukan dari tiket dengan ongkos operasional adalah sama atau bahkan pada bulan sebelas mencapai profit sedikit.
Kenapa kondisi sekarang berbeda dengan yg dulu yg bisa bebas subsidi? Itu sudah saya jelaskan di postingan sebelumnya. Dulu 1 koridor pendapatannya penumpangnya dapat diserap 100%. Dengan kebijakan FREE TRANSFER alias transfer tidak perlu bayar lagi, maka pendapatan dari koridor penumpang transferan tidak dapat diserap. Bayangkan kalau tipikal perjalanan penumpang tije adalah 80% pasti melakukan transfer sekali, 50% pasti melakukan transfer dua kali, dst. Bayangkan berapa potensi pendapatan yg hilang. Sedangkan subsidi itu sangat dipengaruhi oleh pendapatan dan operating cost. Semakin banyak pendapatan yg hilang, sulit rasanya menutupi operating cost.
Solusinya sudah diutarakan. Bagaimana menggenjot pendapatan dengan meningkatkan jumlah penumpang lewat fasilitas feeder yg memadai, dan perlunya merubah kebijakan tarif flat menjadi multitarif tapi tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat dengan patokan UMP. Selain itu perlunya rerouting koridor ataupun mengalokasikan bus untuk rute baru agar bus yg mengangkut muatan kosong dapat dialihkan ke rute baru yg demandnya lebih besar. Ini untuk meningkatkan rasio penumpang/km bus agar lebih efisien. Contohnya sudah ada seperti pembuatan rute Rawabuaya-ASMI, Cililitan-Senen, yg armadanya diambil dari koridor2 eksisting, dan rute2 lain yg bisa dioptimalisasi.
p

Comments

[suaratransjakarta] Real on time

tapi efeknya yg turun dihalte duren tiga, imigrasi, jadi harus turun di mampang atau di pejaten….bagaimana itu??

Comments

Undangan untuk PENGGUNA BUSWAY di OPEN HOUSE Republik Mimpi Metro TV

Betul mabk Mia, Usulan saya bang Yos dulu, kan saling membutuhkan. Terus sesudahnya dengan bang Kumis; jadwalnya kan padat juga dia. Salam (dc)

Comments

[suaratransjakarta] Real on time

Yup memang efek kuningan ragunan yang jadi kacauuuuu gicu

Comments

· « Previous entries